Petaka 15 Menit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (16/12/2012) kemarin kacau balau. Kekacauan itu terjadi karena terbakarnya Unit Power Supply (UPS) Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 16.55 WIB.

Buntutnya, instalasi radar yang berguna mengatur komunikasi dengan pesawat yang mendarat dan lepas landas pun terganggu. Sebanyak 64 penerbangan terkena dampak dari gangguan pada sistem pemanduan otomatis Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Tercatat, 38 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta mengalami gangguan, 22 penerbangan menuju Soekarno-Hatta, bahkan 3 penerbangan dialihkan (divert).

Menurut Kepala Humas Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan, saat itu seharusnya dilakukan pemindahan ke UPS cadangan. Namun, karena automatic switch juga ikut terbakar, Bambang mengatakan, pemindahan secara manual butuh waktu 15 menit.

“Semua system fail. Selama 15 menit tidak ada pelayanan Air Traffic Services,” ujar Bambang.

Upaya yang dilakukan pihak Angkasa Pura (AP) II adalah menahan pesawat agar tidak terbang. “Bagi penerbangan yang belum sampai boundary, melakukan terbang kembali ke bandara,” jelas Bambang seraya menuturkan, masalah elektrik berhasil diperbaiki pada pukul 17.10 wib. Tapi, sistem masih perlu restart dan penyesuaian. Sistem berhasil recovery total pada pukul jam 18. 05 WIB.

Operasi selama system off normal dengan cara pengendalian non radar, namun dengan pembatasan penerbangan take off-landing dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta, termasuk mengatur jarak antara pesawat.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dan terjamin, namun kenyamanan terganggu karena adanya keterlambatan,” papar Bambang

Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II Trisno Heryadi menyatakan permohonan maaf atas gangguan penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Sehubungan dengan bergesernya jadwal sejumlah penerbangan (delayed) dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, kami atas nama Manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) meminta maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan,” katanya.

Dikatakan Trisno, hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab rusaknya UPS. Menurut Trisno, tepat pada pukul 18.05 WIB, sistem berhasil melakukan recovery secara total. Untuk kemudian, menara kontrol secara bertahap membuka kegiatan lepas landas dan pendaratan setiap 10 menit, selanjutnya setiap 5 menit.

“Tepat pukul 19.15, seluruh kegiatan operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta telah normal kembali seperti sedia kala,” ujarnya.

Seorang penumpang pesawat menuju Bali, Aris Hervendra mengemukakan listrik di bandara internasional itu sempat padam. Pesawatnya pun mengalami penundaan. “Lampu mati sehingga pesawatnya delay. Tapi penumpang tidak diberi penjelasan ada apa,” ucap Aris dengan nada meninggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s