Hot Issue

Mau Jadi Presiden Disentil Poligami, Begini Jawaban Rhoma Irama

Mau Jadi Presiden Disentil Poligami, Begini Jawaban Rhoma Irama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Rekaman wawancara Rhoma Irama di acara “Mata Najwa” ditayangkan Metro TV 28 November 2012 lalu obrolan seru banyak orang, terutama ketika rekaman itu diposting ke situs Youtube, sehingga bisa diputar-putar ulang.

Salah satu topik panas yang ditembakkan ke Raja Dangdut yang mau melenggang ke pemilihan presiden 2014 itu adalah soal kehidupan pribadinya yang berpoligami.

Dalam salah satu sesi wawancara, Najwa Shihab mengingatkan konsekuensi seorang presiden adalah siap mentalnya menghadapi sorotan publik, termasuk kehidupan pribadinya.

Antara lain siap “dikuliti”,  siap “ditelanjangi”, siap dibicarakan soal-soal privacyya, bagaimana track record-nya diukur,  dan sebagainya.

“Apakah anda siap untuk itu?” Tanya Najwa.

“Siap,” jawab Rhoma, “Itu hal yang biasa. Hukum alam .”

Najwa:  “Jadi, tidak apa-apa juga, kalau misalnya, saya bertanya hal-hal yang bersifat pribadi dari Abang, sekarang?”

“Silakan!”

“Abang berpoligami?”

Meladeni pertanyaan itu, Rhoma tak langsung menjawab. Ia terdiam dan berpikir lalu berkata.

“Mmmm. Saya rasa ini bukan untuk konsumsi publik, dan anda mengerti itu.”

Najwa: “Tadi, kan konteksnya sudah siap dikuliti hal-hal yang memang kaitannya kalau menjadi pejabat publik. Anda keberatan menjawab itu?”

“Nggak juga, sih. Tapi publik kan tahu siapa saya?”

“Berarti anda memang berpoligami?”

“Kalau anda menanyakan itu, berarti anda nggak mengerti tentang saya!” balas pelantun lagu “Darah Muda” ini.

“Oke, sikap anda kemudian sudah bisa dipahami.”

Sebelum pertanyaan itu dilancarkan Najwa, Rhoma sebelumnya sudah diberondong lusinan pertanyaan serius, mulai dari pembubaran BPH Migas, Subsidi BBM, pengaturan keuangan negara melalui APBN yang sehat, serta sentilan mengenai kemampuan Rhoma di luar kapasitasnya sebagai pemusik dangdut dan penceramah agama.

Tapi topik soal poligami paling banyak menuai komentar dari ribuan orang. Pantauan Tribunnews, rekaman wawancara itu diposting ulang ke Youtube lebih dari 15 kali oleh orang yang berbeda-beda. Dan topik paling banyak dikomentari adalah isu poligami.

Tak sedikit membela Rhoma Irama, tak kalah banyak yang sebaliknya.

===================================================================

Pengacara Nazaruddin: Anas Jelas Terlibat

Demokrat Akui Kasus Anas Memberi Citra Negatif

TEMPO.CO , Jakarta: Pengacara mantan Bendahara Umum Partai Demokrat OC Kaligis mengatakan keterlibatan Anas Urbaningrum dalam proyek Hambalang dan wisma atlet sudah cukup jelas. Dia KPK seharusnya sudah menjerat Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. “Peran Anas bagi saya sudah cukup jelas berdasarkan keterangan saksi dan fakta persidangan,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 9 Desember 2012.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dalam sidang kasus wisma atlet dengan terdakwa M Nazaruddin, menurut OC, ada tujuh saksi yang menggambarkan peran Anas Urbaningrum. Ketujuh saksi itu adalah mantan sopir operasional keuangan PT Anugerah Nusantara Hery Suhendar dan Hidayat, mantan Manajer SDM Grup PT Permai Ferdian Rico Baskoro , mantan sopir M. Nazaruddin Aan Ihyauddin, mantan Wakil Direktur Keuangan PT Grup Permai Yulianis, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina, dan Nurhasyim yang merupakan adik M Nazaruddin. “Kesaksian mereka dibawah sumpah,” katanya.

Kata OC, kesaksian Aan Ihyaudin menegaskan cerita kliennya soal aliran dana Hambalang ke Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Aan adalah salah satu supir yang mengantar 19 dus uang yang diambil dari Grup Permai untuk memenangkan kursi orang nomor satu di partai berlambang bintang bersudut tiga itu. “Selain itu ada juga kesaksian Yulianis dan Rosa yang membenarkan pengiriman dan pemberian uang ini ke kongres,” katanya.

Anas, menurut OC, juga disebut menerima uang senilai US $ 1 juta dari M Nazaruddin. Uang ini diberikan melalui supir pribadi Anas, Yadi. “Itu kesaksian dari Herry Sunandar,” katanya. Selain, itu pemberian tiga buah mobil dari PT Anugrah kepada Anas juga merupakan bukti yang bisa menjelaskan keterlibatan Anas. “Ada tiga mobil yang diberikan, itu tidak bisa dielakan karena dokumennya juga sudah ada,” katanya.

Adapun Pengacara Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, mengaku tak heran dengan celotehan Pengacara M Nazaruddin, OC Kaligis, soal keterlibatan kliennya. Tujuh saksi yang disebut Kaligis membeberkan keterlibatan Anas tak lebih karena menuruti perintah dari M Nazaruddin yang merupakan atasannya. “Itu kan saksi-saksinya Nazar semua. Itu karyawan Permai Grup semua. Karyawan itu kan harus setia pada atasannya,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Ahad, 9 Desember 2012.

FEBRIYAN

======================================================================

Lika-liku panasnya kawin kontrak di Puncak

Lika-liku panasnya kawin kontrak di Puncak

MERDEKA.COM, Wanita itu bernama Sarah. Usianya baru 21 tahun. Walau masih belia, wanita bertubuh sintal ini mengaku sudah lima kali kawin kontrak.

Sarah menceritakan lika-liku soal kawin kontrak di kawasan Puncak Jawa Barat. Pernikahan yang seharusnya sakral tak ubahnya seperti prostitusi. Bedanya ada penghulu dan akad nikah, selebihnya tak jauh dari urusan ranjang.

“Ada istilah-istilah tertentu yang biasa kita gunakan. Biasanya yang dipakai kata jawas, istilah untuk kawin kontrak. Jadi kalau ditanya mau jawas, ya berarti ditawarin kawin kontrak,” kata Sarah kepada merdeka.com pekan lalu di Puncak.

“Kita biasanya di awal tidak berhubungan sama pelanggan langsung. Ada biyong atau makelar atau mak comblang kawin kontrak yang menghubungkan kita ke pelanggan. Selebihnya ya dari mulut ke mulut aja. Tinggal telepon,’ beber wanita cantik ini.

Untuk biaya kawin kontrak, biasanya Sarah mendapat Rp 500 ribu per hari. Biaya ini sudah diluar ongkos untuk mak comblang. Sebulan Sarah bisa mendapat Rp 15 juta. Belum ditambah dengan hadiah atau tips dari suami kontraknya. Gadis ini pun kini sudah mampu membangun rumah sendiri di Puncak.

“Kawin kontrak ada harga kesepakatannya. Tergantung sepakatnya berapa. Mau berapa hari kontraknya. Biyong, dapat 20 persen kalau dia yang mendapatkan suaminya, 80 persen untuk aku. Sehari rata-rata aku Rp 500 ribu,” aku Sarah.

Prosesi kawin kontraknya seperti apa?

“Akadnya kontrak ada dua saksi aja. Kontraknya berapa lama, uangnya berapa, terus uangnya dikasih semua di awal. Kalau sudah dikasih di awal aman, kalau terjadi sesuatu di belakang nggak masalah maharnya dah lunas,” jelasnya.

Setelah itu Sarah pun menjadi istri kontrak. Seperti istri lain dia punya kewajiban menemani suami, termasuk melayani nafsu suaminya. Setiap berhubungan, Sarah mengaku selalu menggunakan pengaman.

“Harus pakai kondom. Biasanya malah suami sendiri yang nyediain kondom. Karena sama-sama sadar dengan risikonya.”

Uang, wanita dan udara dingin Puncak. Tiga hal yang membuat bisnis birahi ini tak pernah mati.

Sumber: Merdeka.com

====================================================================

Harga kawin kontrak dengan perawan di Puncak Rp 50 juta

Harga kawin kontrak dengan perawan di Puncak Rp 50 juta

MERDEKA.COM, Seperti pernikahan umumnya ada juga mahar alias mas kawin bagi pelaku kawin kontrak. Makin cantik maharnya makin mahal. Apalagi jika si gadis masih perawan, harga yang dikeluarkan bisa puluhan juta.

Harga sebesar ini tak masalah bagi pria berkantong tebal. Demi menikah beberapa hari dengan perawan, tarif puluhan juta rupiah dinilai sepadan. Dari sini terlihat kawin kontrak tak ubahnya dengan prostitusi biasa.

“Pernikahan pertama kalau masih perawan harganya beda. Kalau masih perawan kita dijatah mahar besar. Misalnya Rp 80 juta ya berarti di ijabnya ada mahar Rp 80 juta,” aku Sarah, seorang pelaku kawin kontrak, kepada merdeka.com pekan lalu di Puncak.

Sarah pun mengaku masih perawan saat pertama kali terjun ke bisnis ini. Dia menjual mahkotanya Rp 50 juta pada ‘suami’ pertamanya.

“Aku waktu itu 20 tahun. Kawin kontrak pertama aku pas masih perawan, aku dapat Rp 50 juta. Tapi bukan untuk aku sendiri. Untuk aku bagi juga dengan makelarnya. Aku dapat 50 persen,” kata wanita yang menolak difoto wartawan ini.

Setelah itu Sarah mengaku tak menyesal atau takut. Gadis belia ini menikmati profesi barunya sebagai pelaku kawin kontrak. Sarah tergiur lembaran uang yang bisa didapatnya dengan mudah.

“Enggak. Cuma takutnya keluarga tahu aja,” ucap Sarah pelan.

Sumber: Merdeka.com

===============================================================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s