Puisi Galau

PUISI KEBIMBANGAN HATI
oleh Dina Sekar Ayu

Di keheningan malam, terasa sunyi, sepi, tanpa kamu di sisi
Sebesar harapan untukmu dariku
Sedikit pertanyaan mengelilingi otakku
Kebimbangan hati telah datang padaku
dan keraguan hati menempel di otak akan kamu

Aku di sini kau jauh di sana
pertanyaan-pertanyaan terus berkeliling di pikiranku
Apa kau cinta aku???

Hanya hati dan pikiranku yang tahu
benarnya perasaanku
bahwa aku cinta kamu

Hari demi hari semakin besar cinta dalam pikirku
tapi aku tak kunjung tahu apa kau juga sama sepertiku
Kebimbangan terus tertanam dalam hati
karena sikapmu yang membuatku tak mengerti

I Love you…

Puisi Di Penghujung Kekelaman Hati
oleh Ayu Siti Mariam

Dalam kekelaman hati
Aku terdiam
Mendengar alunan musik yang menghiburku
Ku rasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku

Ku rasa ada setitik keresahan yang tak dapat ku pecahkan

Entah
Aku tak tahu apa yang sedang ku rasakan
Aku tak mengerti kedaan hatiku sendiri

Satu yang aku inginkan
Hanya ingin terbebas dari kekelaman hati ini
Rasanya seperi mati perlahan
Bebaskanlah aku dari hati yang tak tenang ini

Puisi Galau
Oleh : Eka Octaviani S

Waktu & hari cepat silih berganti…
Hati resah & gulana yang selalu menggoyahkan pikiran ku..
Perasaan bmbang yang selalu melanda bayang-bayang semu di hati ku..
T’ada satu pun orang yang tau & mengerti perasa’an ku ini,

Ku tak tau kepada siapalah aku mengadu…
Tiap hari ku tak luput terkena rintikan air mata yang membanjiri wajah yang sedu ini..
Seiring waktu berjalan aku bimbang tak karuan

Ku hanya bisa berbaring
Ku hanya menyesali segala kesalahan
Hanya kepada engkaulah aku bisa mengadu seluruh jiwa & raga serta pikiran yang selalu melanda d dalam benaku ini yaitu Allah SWT semata…

Puisi Kegundahan Sang Malam
oleh Aniqotul Himmah

Matahari t’lah berganti malam
Langit cerah menjadi gelap
Bentuk suasana malam bak surgawi,
Berhias bintang-bintang berkilau

Betapa sedih melihat sang malam kini gundah
Langit begitu gelap nan sunyi,
Merasuki celah hati

Betapa sakit nan kecewa,
Melihat kenyataan pahit itu
Harapan setinggi langit,
Terukir indah dalam secarik kertas suci…
Namun, pena putih tak wujudkan

Berjalan tapaki jalan, lorong beraral,
Jatuh, merangkak, takut,
Tak ada kekasih-Mu,
Yang ulurkan bantuan

Puisi Resah
oleh Segaca Galuh

Dikau bagai bayangan
Selalu dekat dengan daku
Meski raga jauh disana
Hati ini slalu dekat
Meski jarak pisahkan kita
Bayang dirimu tak pernah jauh dariku
Terkadang aku bimbang
Masih adakah aku dihatimu..?
Detik demi detik terus berjalan…
Rinduku padamu semakin menjadi – jadi
Rindu ini…
Menghantui fikiranku tentangmu
Bukan ku tak percaya padamu
Aku hanya takut kehilanganmu….

Puisi Bimbang
oleh Segaca Galuh

Tak tahu apa yang terjadi
Jantungku bertetak kencang…
Sangat kencang….
Sekencang aliran darahku
Tak tahu sebab yang terjadi
Tiap langkah kakiku…
Terlintas bayang dirimu…
Tak tahu apa yang kurasa
Hati ini terus bertanya – tanya..
Benarkah aku mencintainya…?

Kini…
Rasa bimbang slalu menghantui fikirku
Mungkin aku mencintainya
Tapi aku tak ingin mencintainya

Oh … Tuhan …
Apa yang terjadi denganku…?
Mengapa hati ini slalu bimbang …?
Ku mohon padamu Tuhan …!
Jangan biarkan rasa cinta ini tumbuh untuknya…!

Aku takut….
Aku takut……
Aku takut jika harus mencintainya…

Puisi Galau Tentang Masih Cinta Kepada Pacar

Terlalu berat melepaskan mu dar hatiku
Terlalu mudah membohongi perasaan ini
Ketika mulut ini berbicara
Hati ini merasa tersayat

Kenangan itu..
Terlalu indah untuk ku hapus dari memory otak ku

Walaupun kebencian ku memuncak padamu
Tapi entah mengapa rasa sayangku pada mu tidak bisa memudar

Semakin kau jauh dariku
Semakin sakit hatiku
Membuat aku tak sanggup
Menahan derai air mata

Hingga ku teteskan
Dan kucurahkan semua isi hati ini
Dalam bentuk tulisan
Semua karena ku masih sayang kamu

Puisi Galau tentang Kehidupan

Di kala hati merasa gundah
Beban dikepala serasa tak dapat ditampung lagi
Amarah semakin memuncak
Kebimbangan membuat pertanyaan

Keresahan melanda hati
Pilu terasa menyesak di jantung
Ingin ku tumpuhkan semua butiran air mata ini
Hingga aku merasa puas

Tapi perjalan ini tak semudah itu
Ketika Ku tumpahkan butiran air mata
Masih banyak butiran butiran air mata selanjutnya
Yang semakin menyesakan dada

Ingin ku berteriak
“Hentikan kesedihan ini”
Tapi hanya butiran air dari pelupuk matalah yang bisa keluar
Dari hati yang terdalam

Ini perjalanan dari hidup
Tak bisa kau tebak
Tidak segampang bermain ular tangga
Ketika kau kocok dadu, Kau bisa tau kemana kau akan melanjutkan

Puisi Galau Tentang Cinta : White Cotton

Mungkin ini adalah terbaik
Mengalahkan rasa egois daLam diri ini
Menekan dan menahan perasaan
Melarang dan mengharamkan rasa yang pernah ada

Menghapus seluruh bayangan dirinya
Meskipun masih tidak bersih seutuhnya seperti semula
Daripada membiarkan rasa ini tetap berjalan
Membuat kapas putih kian bernoda

Cukuplah jiwa ini yang tenggelam bersama sebuah kisah
Cukuplah jiwa ini yang merintih akibat sebuah kisah ini
Tuhan.. jangan biarkan kapas – kapas putih itu tahu seperti apa aku ini
Jangan biarkan kapas itu menjadi basah karena noda yang ku buat

Diri ini berjanji akan selalu bekukan kisah itu
Sampai akhirnya akan hancur
Bagai puing – puing dan hilang dengan sendirinya
Meskipun diri ini menyadari itu adalah sulit
Dan meski sudah ku haramkan

Puisi Galau Tentang Keraguan Cinta

Ketika mulut ini sudah tak sanggup untuk menggatakannya lagi
Ketika mulut ini sudah lelah memintanya
Ketika semua serasa terbungkam

Tanpa kata..
Hanya isyarat mata yang bisa berbicara
Bagaimana mirisnya hati ini
Bagaimana kosongnya pandangan ini
Titik – titik air terjatuh pula dari pelupuk mata
Yang tak sanggup menahannya

Jikalau..
Tergoresnya keraguan
Ternodanya kesetian
Rapuhnya kekuatan cinta
Tak bisa diungkap lagi dengan kata
Cukup hati yang berbicara
Dan titik air mata yang menjawab

Puisi Galau Tentang Love Ending Story

Suatu kata indah meluncur dari bibirmu
Ketika kau katakan “Aku sayang kamu”
Begitu menyentuh hatiku

Perjalanan yang begitu panjang
Sesimpul senyum, isak tanggis kesedihan, titik air mata kebahagian
Kekecewaan dan pengkhianatan, janji – janji bahagia berdua
Telah kita lalui bersama

Namun..
Apakah ini akhir dari perjalan kita
Yang membuat diriku meneteskan air mata
Air mata kesedihan, kekecewaan yang mendalam
Yang mebuat sesak dada ini

Terimakasih atas kebahagian
Kebahagian yang kau berikan seutuhnya padaku
Yang membuat aku mengerti
Bahwa setiap awal pasti akan ada akhir

 

KERINDUAN YANG MEMBUNUHKU
Puisi ShofiyatiNanti..
Apakah kau masih mengingat diriku,,,
Mengingat kenangan kita..
Aku tak tau..

Apakah benar kau pergii..
Aku tak percaya itu,,
Aku ingin kau tetap disini..
Bersama ku slalu..

Biarkan waktu berhenti saat qt berdua,,
Melewati hal yang indah,,
Tak menjadi kenangan,,
Tapi hal yang selalu aku jalani..

Bawalah kerinduan ini..
Tak mampu ku menahan mu..
Tapi…aku sadar..
Rindu ini membunuhku……….

SEPI MENGAKRABI SUNYI
Puisi Muhammad Zaini

Dikala subuh
kau dan aku berdiang pada api unggun
yang membara dalam dada
lambungkan hasrat pada titik puncak rasa
lirih tawa beradu desah bersama butiran peluh
lalu kau bisikkan kata yang tak dapat ku mengerti

Baru aku sadari
bahwa subuh telah ditelan pagi
rebah bayang memanjang termangu sendiri
awan kelabu mengendap tak mampu endus
kemana tawamu pergi
sampai kini menantimu
seperti sepi mengakrapi sunyi

AKU BUKAN DIA ATAU DIRINYA
Puisi Emy Puji HastutiAku bukan seorang foto model,
Hanya hobby ku saja gemar foto…
Aku bukan seorang penyanyi atau vocalist band,
Suara ku juga fals namun suka bernyanyi…
Aku pun bukan seorang dancer,
Tapi aku sedikit bisa dan memang menyukai menari…

Tak banyak ku cipta puisi…
Namun itu semua cukup tuk mengisi hati teman-temanku yang sepi
Pernah ku coba tulis cerita
Namun karya tak jua ada

Saat ini aku hanyalah aku
Bukan dia atau dirinya…bahkan bukan pula sesosok yang kau damba

Tak puas ku terima smua yang darimu untuk ku
Bukan aku tak tau rasa syukur…
Bukan pula ku takabur…

Hanya saja aku tak tau Bagaimana cara menghapus memori masa lalumu
Dengan dia dan dirinya…atau dengan siapa saja
Yang membuatku terluka…

PENJARA KESEDIHAN
Puisi Rian Aliyana

Wahai kekasihku,,
bisakah kau mendengarkan aku
walau kini tempat mu jauh berbeda
tak pernah terfikirkan dalam benakku

Aku rindu di dekatmu,,
kini engkau tiada
jauhlah hatiku kau letakan daalam samudra
kni tiada lagi bahagia yang aku rasa
kala hampa di temani duka,,

Tiada yang indah setelah engkau tiad
memukul sepiku, terusik jiwa ku
bebanlah semakin kian ku membisu
apa lah dalam benaku,,

Kau tak mungkin kembali di hadapanku
aku lemah,temanilah walau hanya sejenak
habiskan waktu untuk memikirkan kamu
semakin jauh semakin aku terluka

Ketika semua orang tersenyum dalam selimut bahagia
jatuhlah aku,air mata di pipiku
tiadaa yang menghapus tiada yang mengobati
engkau telah prgi, engkau telah mati
tinggalkan mulut yang terbungkam
penjara kesedihan

BAYANGAN MASA LALU
Puisi Uwenks_Maniez

Mesin waktu bergulir tiada henti
bayangan masa lalu kembali hadir menyapakuq..
membuatku tak bisa melihat dunia luas
bagaikan mata ini tertutup selendang hitam..

Masa lalu itu seperti bulan diatas kuburan
karna engkau telah berhasil melukai hatiku
lalu kau sembunyikan pisau itu
seolah kau hilngkan rasa bersalah

Kemana aku akan melangkah
akupun d’anggap darah yang beracun
hingga yang lainpun enggan mengusiknya
kemana lagi aku haruz mengadu
karna tak seorang pun yang menghiraukanku

Cintaku padamu begitu lembut
bagaikan embun dipagi hari
aku mencoba untuk berkaca
terbata…kaca lembut tak mampu
menggambarkan masa depanku
yang telah tenggelam oleh masa lalu cinta mu…

PERIH
Puisi Kanz

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu

Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…

Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu

Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…

Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….

Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..

Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja

Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..

Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???

Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar vdari mana pun…

Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s